Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Momentum HUT ke-29, Pemkab Tanggamus dorong akselerasi pembangunan dan hilirisasi ekonomi

Momentum HUT ke-29, Pemkab Tanggamus dorong akselerasi pembangunan dan hilirisasi ekonomi

Peringatan HUT ke-29 Tanggamus: Rapor Pencapaian, Tantangan Hilirisasi, dan Visi Kesejahteraan 2026

Sobat Berita - Usia 29 tahun bagi sebuah daerah bukanlah waktu yang singkat. Terhitung sejak resmi berdiri pada 21 Maret 1997, Kabupaten Tanggamus telah melewati berbagai fase transformasi pembangunan. Tahun ini, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 menjadi lebih dari sekadar perayaan seremonial; ini adalah momentum emas untuk mengevaluasi rapor kinerja pemerintah dan mengakselerasi program prioritas demi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Sebagai puncak peringatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Paripurna Istimewa pada Jumat, 27 Maret 2026. Mengambil tempat di ruang sidang DPRD setempat, acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sinkronisasi visi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat.

Rapat Paripurna Istimewa: Titik Temu Sinergi Lintas Sektor

Rapat paripurna ini terasa istimewa karena dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis. Turut hadir mewakili Gubernur Lampung adalah Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Lampung, Binarti Bintang. Dari jajaran eksekutif daerah, hadir langsung Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi beserta Wakil Bupati Agus Suranto. Jajaran pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga insan pers juga tampak memenuhi ruangan.

Wakil Ketua I DPRD Tanggamus, Rangga Putra Hakim, dalam sambutan pembukanya memberikan pesan menohok namun membangun. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar larut dalam euforia perayaan.

Menurutnya, usia ke-29 harus menjadi cermin refleksi perjalanan panjang Kabupaten Tanggamus. Di balik berbagai kemajuan yang ada, masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti penyelesaian. Mulai dari peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, pemerataan akses pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi riil yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat.

Mengusung Tema "Semangat Kerja Jalan Lurus"

Menyambung semangat tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi dalam pidatonya memaparkan tema besar HUT tahun ini: "Dengan Semangat Kerja Jalan Lurus Kita Wujudkan Tanggamus yang Maju dan Sejahtera."

Bukan tanpa alasan tema ini dipilih. Frasa "Jalan Lurus" merupakan sebuah metafora sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk mengedepankan integritas, transparansi, dan kejujuran dalam mengelola anggaran maupun menjalankan roda pemerintahan. Tanpa fondasi integritas dan semangat gotong royong, visi untuk memajukan daerah hanya akan berakhir sebagai wacana di atas kertas.

Rapor Kinerja Pemkab Tanggamus: Tren Positif di Angka Makro

Dalam tata kelola pemerintahan modern, keberhasilan tidak diukur dari seberapa banyak penghargaan yang dipajang di lemari kaca, melainkan dari data statistik yang berbanding lurus dengan realitas di lapangan. Bupati Saleh Asnawi memaparkan sejumlah capaian ekonomi makro yang patut diapresiasi:

  • Pertumbuhan Ekonomi Meningkat: Berada di angka 4,52%. Angka ini menunjukkan bahwa roda perputaran uang dan aktivitas niaga di Tanggamus terus bergeliat, pasca-berbagai dinamika ekonomi global.
  • Tren Penurunan Kemiskinan: Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga menyentuh 10,1%. Ini adalah indikator bahwa program jaring pengaman sosial dan pemberdayaan ekonomi mulai tepat sasaran.
  • Peningkatan PDRB per Kapita: Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Tanggamus kini mencapai Rp33,05 juta. Hal ini mencerminkan adanya peningkatan rata-rata daya beli dan standar hidup masyarakat secara umum.

"Prestasi yang diraih merupakan hasil kerja bersama. Namun tujuan utama kita bukan sekadar penghargaan, melainkan kesejahteraan masyarakat yang benar-benar dirasakan," tegas Bupati Saleh Asnawi, memberikan apresiasi kepada jajaran OPD, DPRD, dan masyarakat.

Tantangan ke Depan: Fokus pada SDM dan Hilirisasi

Meskipun tren makroekonomi menunjukkan sinyal positif, Pemkab Tanggamus menyadari bahwa tantangan di depan mata masih sangat terjal. Dua isu utama yang menjadi sorotan adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan struktur ekonomi lokal melalui hilirisasi.

Mengapa Hilirisasi Pertanian Sangat Krusial?

Kabupaten Tanggamus dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, terutama di sektor pertanian, perkebunan (seperti kopi dan lada), serta kelautan. Namun, Bupati menyoroti sebuah kelemahan mendasar: sebagian besar produk pertanian masih dijual ke luar daerah dalam bentuk mentah (bahan baku).

Sebagai ilustrasi: Jika petani menjual biji kopi mentah (green beans), margin keuntungan yang didapat sangat kecil. Namun, jika ada program hilirisasi—di mana biji kopi tersebut disangrai (roasting), digiling, dikemas dengan merek lokal yang modern, dan dipasarkan sebagai kopi premium—maka nilai tambahnya (added value) bisa melonjak hingga 300%. Keuntungan ekstra ini, serta lapangan kerja baru untuk proses pengemasan, akan dinikmati oleh warga Tanggamus sendiri, bukan oleh pabrik di kota lain.

Oleh karena itu, instruksi Bupati kepada seluruh OPD sangat jelas: Segera susun strategi hilirisasi komoditas unggulan yang taktis dan berbasis data.

Menuntaskan Isu Pendidikan, Kesehatan, dan Stunting

Pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan manusia. Isu stunting (gizi buruk yang berdampak pada gangguan pertumbuhan anak) dan kualitas pendidikan tidak bisa diselesaikan oleh satu dinas saja.

Dibutuhkan pendekatan lintas sektor (cross-sectoral collaboration). Misalnya, Dinas Kesehatan fokus pada pemenuhan gizi balita, Dinas PUPR memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi, sementara Dinas Pendidikan fokus pada edukasi pola hidup sehat sejak dini. Penanganan yang parsial (berjalan sendiri-sendiri) hanya akan membuang anggaran tanpa hasil yang terukur.

Menjaga Identitas: Pentingnya Penggunaan Lambang Daerah yang Benar

Di tengah hiruk-pikuk program pembangunan fisik, Bupati juga menyempatkan diri menyentuh ranah pelestarian identitas budaya dan tata kelembagaan. Beliau mengimbau seluruh instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat luas untuk tertib menggunakan lambang resmi Kabupaten Tanggamus.

Penggunaan logo daerah ini harus merujuk pada pedoman baku yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 Tahun 1997. Hal ini mungkin terdengar sepele, namun standarisasi lambang daerah adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah terbentuknya kabupaten dan simbol kebanggaan identitas masyarakat Tanggamus.

Melangkah Bersama Menuju Tanggamus Maju

Peringatan HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus pada tahun 2026 ini memberikan pesan yang sangat jelas: pencapaian masa lalu adalah modal, namun pekerjaan di masa depan membutuhkan keringat yang lebih banyak.

Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan Bupati, DPRD, atau jajaran birokrat saja. Mengutip penutup dari pidato Bupati Tanggamus, kunci dari segala tantangan ini adalah kebersamaan dan kerja keras. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah yang bersih dan masyarakat yang partisipatif, visi untuk mewujudkan Kabupaten Tanggamus yang maju, mandiri, dan sejahtera bukanlah sebuah angan-angan, melainkan sebuah keniscayaan yang sedang dibangun bersama-sama.

Posting Komentar untuk "Momentum HUT ke-29, Pemkab Tanggamus dorong akselerasi pembangunan dan hilirisasi ekonomi"