Pertamina perkuat budaya hemat energi dari kantor hingga program masyarakat
Komitmen Nyata Pertamina: Strategi Efisiensi Energi dari Budaya Kerja Hingga Pemberdayaan Masyarakat
Sobat Berita - Di tengah gejolak geopolitik global yang dinamis, ketahanan energi nasional menjadi salah satu pilar utama yang harus dijaga. PT Pertamina (Persero), sebagai garda terdepan sektor energi di Indonesia, menyadari betul tantangan ini. Tidak hanya berfokus pada produksi dan distribusi, Pertamina kini mengambil langkah proaktif dengan memperkuat komitmen penghematan energi secara masif.
Gerakan ini tidak hanya diterapkan dalam skala operasional perusahaan, tetapi juga digerakkan menjadi sebuah budaya kerja, hingga akhirnya ditularkan kepada masyarakat luas. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif dalam penggunaan energi yang lebih bijak, cerdas, dan ramah lingkungan.
Urgensi Efisiensi Energi Menghadapi Dinamika Geopolitik Global
Kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, seperti ketegangan di berbagai kawasan penghasil minyak, secara langsung berimplikasi pada rantai pasokan dan fluktuasi harga energi global. Dalam konteks ini, melakukan penghematan dan bijak menggunakan energi—terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG)—bukan lagi sekadar imbauan, melainkan sebuah urgensi nasional.
Muhammad Baron, selaku Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa inisiatif yang diambil perusahaan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pemerintah.
"Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini," ungkap Baron. Langkah ini juga merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam memitigasi risiko krisis pasokan energi dunia.
Transformasi Internal: Mengubah Kebiasaan, Menjaga Masa Depan
Sebagai perusahaan yang menaungi puluhan ribu pekerja, Pertamina memulai kampanye hemat energinya dari "rumah" sendiri. Transformasi kebiasaan sehari-hari di lingkungan kantor terbukti mampu memberikan dampak penghematan yang signifikan.
Optimalisasi Transportasi Publik dan Program SEBUSE
Untuk mengurangi emisi karbon dari kendaraan pribadi, Pertamina aktif mendorong para pekerjanya beralih ke transportasi umum. Sebagai bentuk fasilitas pendukung, perusahaan menyediakan armada shuttle bus yang menghubungkan area kantor dengan simpul-simpul transportasi massal seperti stasiun commuter line dan halte TransJakarta. Menariknya, inisiatif ini tidak eksklusif di ibu kota saja, melainkan telah diadaptasi oleh berbagai unit kerja Pertamina di daerah.
Lebih dari sekadar memfasilitasi, Pertamina mengawinkan konsep efisiensi energi dengan gaya hidup sehat melalui program SEBUSE (Sehat Bugar dan Senang). Karyawan dimotivasi untuk memperbanyak jalan kaki—misalnya dari stasiun ke kantor—serta membudayakan Bike to Work (bersepeda ke tempat kerja).
"Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan," jelas Baron. Selain itu, sistem carpooling (penggunaan kendaraan operasional secara bersama-sama) juga diterapkan secara ketat untuk mobilitas pekerjaan di dalam kota.
Arsitektur Gedung Pintar dan Transisi Energi Operasional
Penghematan energi juga menyentuh aspek infrastruktur. Desain gedung perkantoran Pertamina dirancang dengan memaksimalkan panel kaca. Ilustrasinya, pada siang hari, ruangan kantor tidak memerlukan pencahayaan lampu berlebih karena cahaya matahari alami sudah cukup menerangi ruang kerja. Hal ini didukung dengan regulasi internal yang mewajibkan pekerja mematikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.
Di sektor operasional yang lebih teknis, Pertamina melakukan transisi energi dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Panel surya ini tidak hanya dipasang di area perkantoran dan aset operasional, tetapi juga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), menjadikannya contoh nyata (showcase) penggunaan energi bersih yang bisa dilihat langsung oleh publik.
Ekspansi Budaya Hemat Energi ke Tengah Masyarakat
Pertamina menyadari bahwa swasembada energi hanya bisa tercapai jika masyarakat turut ambil bagian. Oleh karena itu, budaya efisiensi ini diekspansi keluar dari tembok perusahaan melalui program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat.
Mudik dan Balik Bersama: Solusi Cerdas Kurangi Emisi
Salah satu penyumbang pemborosan BBM terbesar di Indonesia adalah kemacetan saat musim mudik Lebaran. Menjawab tantangan tersebut, Pertamina secara rutin menggelar program Mudik Bersama dan Balik Bersama.
Dengan memfasilitasi transportasi massal yang aman dan nyaman, Pertamina secara tidak langsung telah mencegah ribuan kendaraan pribadi turun ke jalan. Pada tahun ini, Pertamina bahkan telah menyiapkan empat armada bus khusus untuk memfasilitasi arus balik ke Jakarta secara serentak dari empat kota berbeda pada Sabtu, 28 Maret 2026. Program ini adalah wujud nyata kontribusi korporasi dalam efisiensi BBM skala nasional.
Desa Energi Berdikari dan Jaringan Gas Rumah Tangga
Langkah paling transformatif yang dilakukan Pertamina untuk masyarakat adalah pengembangan Desa Energi Berdikari. Saat ini, program tersebut telah sukses menjangkau 252 titik lokasi di seluruh penjuru negeri. Melalui program ini, masyarakat desa diedukasi dan difasilitasi untuk mengelola Energi Baru Terbarukan (EBT) secara mandiri—seperti pemanfaatan biogas dari limbah ternak, mikrohidro, maupun panel surya—sehingga ketergantungan mereka terhadap energi fosil menurun drastis.
Sebagai tambahan, Pertamina juga terus mengekspansi infrastruktur Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga. Sebagai contoh, penggunaan Jargas terbukti jauh lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan tabung gas konvensional, sekaligus membantu menekan angka impor LPG negara.
Menuju Net Zero Emission 2060 dengan Prinsip ESG
Seluruh rangkaian inisiatif di atas—mulai dari mematikan sakelar lampu di kantor hingga membangun kemandirian energi di pelosok desa—bermuara pada satu visi besar: mendukung target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Pertamina terus memposisikan dirinya sebagai pelopor transisi energi di Indonesia. Target-target ini dicapai dengan memastikan setiap program selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.
Untuk memastikan keberlanjutan usaha yang transparan dan berdampak luas bagi perekonomian negara, tata kelola Pertamina juga selalu disinergikan dan berkoordinasi secara strategis melalui kemitraan dengan lembaga pengelola investasi dan aset negara, yang informasinya dapat diakses melalui
Pada akhirnya, gerakan hemat energi yang dimulai dari internal keluarga besar Pertamina ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Indonesia. Karena energi yang kita hemat hari ini, adalah jaminan kehidupan bagi generasi esok hari.




Posting Komentar untuk "Pertamina perkuat budaya hemat energi dari kantor hingga program masyarakat"