Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertamina Hulu Rokan Zona 1 jaga ketahanan energi di momen Lebaran

Pertamina Hulu Rokan Zona 1 jaga ketahanan energi di momen Lebaran

Cara Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Jaga Pasokan Energi Tetap Aman Selama Lebaran 1447 H

Sobat Berita, MEDAN – Momen libur panjang Idulfitri atau Lebaran selalu identik dengan tingginya mobilitas masyarakat. Mulai dari perjalanan mudik yang padat kendaraan hingga aktivitas memasak ketupat dan opor ayam di rumah, semuanya membutuhkan satu hal krusial: energi. Pernahkah Anda membayangkan siapa yang bekerja keras di balik layar agar pasokan BBM dan gas kita tetap aman selama masa libur tersebut?

Menjawab tantangan ini, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 kembali mempertegas komitmen mereka. Selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, perseroan memastikan seluruh operasional hulu migas tetap berjalan lancar tanpa hambatan, demi menjaga ketahanan energi nasional. Namun, menjaga produksi di tengah libur panjang tentu bukan perkara mudah. Lalu, bagaimana cara mereka melakukannya?

Bukan Sekadar Produksi, Keselamatan Kerja Adalah Kunci Utama

Dalam industri minyak dan gas (migas), risiko bahaya selalu mengintai. Oleh karena itu, komitmen PHR Zona 1 tidak hanya fokus pada memompa minyak dari dalam bumi, tetapi lebih menitikberatkan pada tiga pilar utama: pengawasan keselamatan kerja, kesiapsiagaan personel, dan mitigasi risiko yang ketat.

General Manager PHR Zona 1, Mefredi, dalam keterangannya pada Sabtu (28/3/2026), menegaskan bahwa budaya keselamatan (safety culture) adalah harga mati.

"Keamanan operasional tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada kedisiplinan setiap pekerja di lapangan. Aturan keselamatan kerja terus kami tekankan tanpa pandang bulu di seluruh wilayah kerja," ujar Mefredi.

Pengamanan Berlapis dan Pemantauan Sosial

Sebagai langkah konkret, PHR Zona 1 memperketat akses keluar masuk di seluruh fasilitas operasinya. Selama periode cuti bersama Lebaran 1447 H, setiap orang, barang, dan kendaraan yang melintas area kerja harus melewati pemeriksaan ekstra.

Hal ini bukan untuk mempersulit, melainkan sebagai mitigasi risiko dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sabotase atau kecelakaan kerja. Selain itu, pihak Pertamina juga tidak bekerja sendirian. Mereka rutin berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk memantau kondisi sosial di sekitar area operasi agar tetap kondusif.

Pasukan Khusus yang Siaga 24 Jam Penuh

Ketika sebagian besar dari kita berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, ada tim khusus dari Pertamina yang tetap berjaga di lapangan. Perseroan menyiagakan dua "pasukan elite" mereka secara bergantian selama 24 jam sehari, yaitu:

·         Incident Management Team (IMT): Tim manajemen yang bertugas mengambil keputusan cepat jika terjadi kendala operasional.

·         Site Emergency Response Team (SERT): Tim tanggap darurat yang siap terjun langsung ke lapangan layaknya pemadam kebakaran khusus industri migas.

Pemeriksaan peralatan darurat (seperti alat pemadam, sensor kebocoran gas, hingga sistem alarm) juga dilakukan secara berkala. Kesiapsiagaan ini mencakup seluruh area kerja PHR Zona 1 yang membentang luas, di antaranya:

1.      Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang

2.      Pertamina EP (PEP) Jambi

3.      Pertamina EP (PEP) Lirik

4.      Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu

5.      Pertamina EP (PEP) Rantau

6.      Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO

Memastikan "Mesin Utama" Tetap Sehat: Para Pekerja Lapangan

Di industri hulu migas, aset paling berharga bukanlah alat bor yang harganya triliunan rupiah, melainkan manusia yang mengoperasikannya. Oleh karena itu, observasi aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) dilakukan secara rutin.

Mefredi menjelaskan bahwa tim medis secara ketat memeriksa kondisi kesehatan para pekerja untuk memastikan mereka dalam status fit to work (sehat untuk bekerja) dan fit to task (sehat untuk tugas spesifik). Perhatian ekstra ini khususnya diberikan untuk area yang saat ini sedang melakukan pengeboran sumur baru, seperti di:

·         PEP Rantau: Berlokasi di titik RNTDZ 51.

·         PEP Pangkalan Susu: Berlokasi di titik PPT-A1.

Bekerja di area pengeboran membutuhkan fokus fisik dan mental yang luar biasa. Jika pekerja kelelahan atau sakit, risiko kecelakaan kerja bisa meningkat drastis.

Prestasi Gemilang 2025: Bukti Nyata Zero Accident

Berbicara soal keselamatan, PHR Zona 1 tidak hanya memberikan janji, tetapi juga bukti data yang valid. Jika kita melihat ke belakang, capaian kinerja keselamatan mereka sepanjang tahun 2025 sangat luar biasa.

Perseroan berhasil mencatatkan rekor:

·         0,0 Total Recordable Incident Rate (TRIR): Angka ini berarti rasio insiden kecelakaan yang tercatat berada di titik nol mutlak.

·         Zero Lost Time Injury (LTI): Tidak ada satu pun kejadian kecelakaan kerja yang membuat pekerja kehilangan waktu kerjanya (seperti harus dirawat di rumah sakit).

·         20.369.999 Jam Kerja Selamat: Bayangkan, lebih dari 20 juta jam dihabiskan oleh ribuan pekerja di lingkungan ekstrem tanpa insiden berarti!

Data ini adalah ilustrasi nyata bahwa prosedur keselamatan (Standard Operating Procedure/SOP) benar-benar dijalankan dengan disiplin tingkat tinggi.

Komitmen untuk Menjaga Nyala Energi Nasional

Libur Idulfitri 1447 H adalah momen perayaan yang harus dilalui dengan sukacita dan kenyamanan. Dengan pengawasan yang intensif dan tim yang berdedikasi tinggi, Pertamina Hulu Rokan Zona 1 memastikan roda produksi energi nasional tidak akan berhenti berputar.

"Selama periode Idulfitri, kami memastikan operasi tetap berjalan normal. Ini merupakan dukungan nyata kami agar produksi nasional tetap terjaga," tutup Mefredi.

Jadi, saat Anda menyalakan mesin kendaraan untuk bersilaturahmi, atau memutar kenop kompor untuk menghangatkan makanan Lebaran, Anda tahu bahwa ada ribuan pahlawan energi yang sedang berjaga untuk Anda.

Posting Komentar untuk "Pertamina Hulu Rokan Zona 1 jaga ketahanan energi di momen Lebaran"