Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuota mahasiswa S1 ITB 2026 dipangkas sebanyak 12 persen

Kuota mahasiswa S1 ITB 2026 dipangkas sebanyak 12 persen

Persaingan Makin Memanas! Pemerintah Pangkas 12,3% Kuota Mahasiswa Baru S1 ITB Tahun 2026

Sobat Berita - Bagi Anda para pejuang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menargetkan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pelabuhan impian di tahun 2026, bersiaplah untuk merapatkan barisan dan melipatgandakan usaha. Pasalnya, pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) secara resmi telah memangkas daya tampung mahasiswa baru strata satu (S1) ITB hingga 12,3 persen.

Kabar ini tentu menjadi sinyal peringatan bagi ratusan ribu calon mahasiswa di seluruh Indonesia. Berkurangnya jumlah kursi yang tersedia otomatis membuat peta persaingan—baik melalui jalur prestasi (SNBP), tes tertulis (SNBT), maupun jalur mandiri—menjadi jauh lebih ketat dan menantang.

Berikut adalah ulasan mendalam, rincian data terbaru, serta strategi yang perlu Anda ketahui untuk menghadapi kebijakan pemangkasan kuota ini.

Mengapa Kuota S1 ITB 2026 Menurun Drastis?

Pada awalnya, pihak ITB telah merancang dan mengusulkan kuota penerimaan mahasiswa baru S1 sekitar 5.100 orang. Namun, menurut penjelasan Direktur Penerimaan Mahasiswa (Admission) ITB, Achmad Syarief, angka final yang disetujui dan ditetapkan oleh kementerian hanyalah 4.470 kursi.

Keputusan ini bukanlah kebijakan sepihak atau tanpa alasan. Berkurangnya kuota penerimaan S1 di ITB sebenarnya merupakan refleksi dari dua hal utama:

1. Penyesuaian Kuota Nasional oleh Ditjen Dikti

Syarief mengungkapkan bahwa tren penurunan daya tampung ini tidak hanya dialami eksklusif oleh ITB. Hampir seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia mengalami pemangkasan serupa. Kebijakan pemerintah ini biasanya ditujukan untuk menjaga rasio ideal antara dosen dan mahasiswa, yang pada akhirnya bertujuan untuk menjamin kualitas pengajaran yang optimal.

2. Rencana Strategis ITB: Fokus pada Pascasarjana

Sebagai kampus teknik terbaik di Indonesia, ITB tengah berakselerasi menjadi World Class Research University (Universitas Riset Kelas Dunia). Pengurangan kuota S1 ini ternyata berjalan selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) ITB yang ingin meningkatkan proporsi mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3). Dengan mengurangi jumlah mahasiswa sarjana, ITB dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya, laboratorium, dan tenaga pengajar untuk keperluan riset tingkat lanjut dan inovasi teknologi.

Rincian Pemangkasan Kuota Berdasarkan Fakultas

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, pengurangan kuota ini berdampak signifikan pada fakultas-fakultas primadona. Dampaknya sangat terasa pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)—yang pendaftarannya dibuka pada 25 Maret hingga 7 April 2026—dan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang diumumkan pada akhir Maret 2026.

Jalur Tes Tertulis (SNBT): Fakultas Favorit Makin Sulit Ditembus

Berdasarkan data dari laman resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru, hampir seluruh program studi mengalami penyusutan kursi. Berikut adalah beberapa rincian daya tampung pada jalur SNBT 2026:

·         Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB): Turun menjadi 130 kursi (sebelumnya 151 kursi pada 2025).

·         Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM): Tersedia 115 kursi.

·         Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD): Tersedia 100 kursi.

·         Sekolah Farmasi (SF): Tersedia 56 kursi.

·         Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH): Tersedia 42 kursi.

·         Fakultas MIPA: Khusus program studi Matematika hanya menerima 60 kursi (turun dari 67), sedangkan rumpun IPA lainnya menjadi 98 kursi (turun tajam dari 138).

Bagaimana dengan STEI? Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), yang selalu memuncaki daftar peminat tertinggi setiap tahunnya, juga tidak luput dari pemangkasan. Untuk jalur SNBT, opsi STEI Komputasi kini hanya menyediakan 67 kursi, sementara STEI Rekayasa hanya menerima 75 orang.

Selain rumpun saintek, kuota Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ditetapkan di angka 110. Program studi Arsitektur hanya menerima 28 orang, disusul Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) di kampus utama Bandung sebanyak 35 orang dan kampus Cirebon sebanyak 30 orang.

Uniknya, di tengah gelombang pemangkasan, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB justru mengalami sedikit penambahan kuota, yakni dari 54 menjadi 55 kursi.

Jalur Prestasi (SNBP): Penyusutan Besar-besaran

Pemangkasan jalur undangan atau SNBP tanpa tes justru memperlihatkan angka yang jauh lebih drastis. Fakultas yang biasanya menerima banyak kuota kini membatasi penerimaannya dengan ketat:

·         FITB: Tersisa 90 orang (anjlok dari 165 kursi di 2025).

·         FTTM: Hanya menerima 80 orang (turun dari 140 kursi di 2025).

·         FTMD: Kini hanya menerima 70 orang (turun signifikan dari 124 mahasiswa baru di 2025).

Apa Dampaknya Bagi Calon Mahasiswa Baru?

Sebagai calon mahasiswa, Anda tidak perlu panik, tetapi harus lebih realistis dan taktis. Konsekuensi logis dari kebijakan ini adalah lonjakan passing grade atau nilai batas kelulusan.

Tiga strategi yang bisa Anda terapkan:

1.      Maksimalkan Skor UTBK Anda: Karena kuota SNBT menyusut, skor UTBK yang di tahun sebelumnya dianggap "aman" mungkin tidak lagi cukup untuk menembus ITB tahun ini. Lakukan try out secara rutin dan perbaiki kelemahan pada subtes spesifik.

2.      Pertimbangkan Kampus Multikampus ITB: Jangan hanya terpaku pada ITB Kampus Ganesha (Bandung). Kampus ITB Cirebon dan Jatinangor sering kali memiliki tingkat persaingan yang sedikit lebih longgar dengan kualitas kurikulum dan ijazah yang sama persis.

3.      Siapkan Rencana B (Seleksi Mandiri): Jangan menaruh semua harapan pada SNBP dan SNBT. Mulailah mencari informasi terkait Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) sedini mungkin, baik dari segi syarat akademis maupun finansial.

Pemangkasan kuota sebesar 12,3% ini memang membuat pintu masuk ITB semakin sempit. Namun, bagi mereka yang mempersiapkan diri dengan matang, kuota sekecil apa pun tidak akan menjadi penghalang untuk meraih almamater impian. Terus berjuang dan persiapkan versi terbaik dari diri Anda!

Posting Komentar untuk "Kuota mahasiswa S1 ITB 2026 dipangkas sebanyak 12 persen"