Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bank Central Asia (BCA) dorong pembiayaan berkelanjutan, tumbuh 11,7% di 2025

Bank Central Asia (BCA) dorong pembiayaan berkelanjutan, tumbuh 11,7% di 2025

Wujud Nyata Perbankan Hijau: Strategi Agresif BCA dalam Memperkuat Pembiayaan Berkelanjutan di 2026

Sobat Berita - JAKARTA. Di tengah urgensi perubahan iklim global, sektor perbankan kini memegang peranan krusial sebagai katalisator ekonomi hijau. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), sebagai salah satu pilar utama perbankan nasional, semakin mempertegas posisinya dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Tidak sekadar seremoni, komitmen ini diwujudkan melalui ekspansi portofolio kredit hijau yang signifikan dan langkah nyata efisiensi operasional.

Pencapaian Portofolio Hijau: Tumbuh Melampaui Rp255 Triliun

Hingga penutupan tahun buku Desember 2025, BCA berhasil mencatatkan rapor hijau yang impresif. Total pembiayaan ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh sebesar 11,7% secara tahunan (YoY), menyentuh angka fantastis Rp255 triliun. Angka ini merepresentasikan sekitar 25,8% dari keseluruhan total portofolio pembiayaan bank.

Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa perbankan berkelanjutan bukan lagi sekadar tren sampingan, melainkan mesin pertumbuhan baru bagi perseroan.

Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik Menjadi Primadona

Dua sektor yang menunjukkan lonjakan paling tajam dalam portofolio BCA adalah:

·         Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT): Mengalami kenaikan dua kali lipat alias 100% YoY menjadi Rp6,2 triliun. Ini mencakup pembiayaan untuk proyek-proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hidro, hingga panas bumi.

·         Kredit Kendaraan Bermotor Listrik (KKB EV): Sejalan dengan program pemerintah dalam percepatan ekosistem kendaraan listrik, penyaluran kredit di sektor ini naik 53% YoY dengan nilai mencapai Rp3,6 triliun.

Ilustrasi: Jika pada tahun-tahun sebelumnya masyarakat masih ragu beralih ke mobil listrik, pertumbuhan 53% ini mengindikasikan bahwa akses pembiayaan yang mudah dari perbankan seperti BCA berhasil meningkatkan kepercayaan konsumen untuk mengadopsi teknologi transportasi ramah lingkungan.

Inklusi Keuangan: Memberdayakan Pengusaha Perempuan melalui KMU Kartini

Komitmen ESG BCA tidak hanya terpaku pada aspek lingkungan (Environmental), tetapi juga pada aspek sosial (Social). Salah satu langkah strategisnya adalah memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha perempuan melalui program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Kartini.

Program ini menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif, yakni mulai dari 3,21% efektif per tahun. Strategi ini terbukti efektif dalam mendorong inklusi keuangan, di mana per Desember 2025, jumlah debitur perempuan di BCA telah menembus angka 43.000 orang. Dengan memberikan bunga rendah, BCA membantu pengusaha perempuan untuk melakukan ekspansi bisnis, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga dan nasional.

Operasional Rendah Emisi: Dari Digitalisasi hingga Efisiensi Energi

Selain sisi pembiayaan, BCA secara internal melakukan transformasi besar-besaran untuk menekan emisi karbon operasional. Beberapa inisiatif yang menonjol meliputi:

1.      Pengelolaan Limbah: Berhasil mengolah hingga 657 ton limbah operasional agar tidak mencemari lingkungan.

2.      Digital Banking & Green Building: Pengembangan gedung kantor berkonsep ramah lingkungan serta akselerasi digitalisasi layanan untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless).

3.      Target Penurunan Emisi: Melalui berbagai konservasi alam dan efisiensi, BCA menargetkan potensi penurunan emisi operasional mencapai 5.575 ton CO2 ekuivalen (tCO2eq).

Partisipasi dalam Earth Hour 2026

Sebagai bagian dari kampanye global, BCA kembali berpartisipasi dalam Earth Hour 2026 pada Sabtu, 28 Maret 2026. Selama satu jam (20.30–21.30 waktu setempat), lampu dan peralatan elektronik non-esensial di gedung operasional serta kantor cabang di seluruh Indonesia dipadamkan.

"Partisipasi ini merupakan bagian dari penerapan prinsip ESG. Aksi ini juga mencerminkan efisiensi penggunaan listrik yang konsisten menurun menjadi 131 kWh/m2 pada tahun 2025," ungkap Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA.

Meskipun melakukan pemadaman lampu, nasabah tidak perlu khawatir karena layanan perbankan digital (BCA Mobile, myBCA) dan jaringan ATM tetap beroperasi normal untuk melayani kebutuhan transaksi masyarakat.

Kesimpulan: Masa Depan Perbankan Berkelanjutan

Langkah-langkah yang diambil BCA menunjukkan bahwa integrasi ESG ke dalam model bisnis perbankan dapat berjalan beriringan dengan profitabilitas. Dengan penurunan intensitas energi listrik dan pertumbuhan kredit hijau yang stabil, BCA tidak hanya mengamankan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kelestarian bumi.

Bagi nasabah dan komunitas, inisiatif ini merupakan ajakan untuk mulai peduli terhadap jejak karbon pribadi dan beralih ke gaya hidup serta pilihan investasi yang lebih berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara perbankan dan masyarakat, target Net Zero Emission Indonesia bukan lagi sekadar impian.

Posting Komentar untuk "Bank Central Asia (BCA) dorong pembiayaan berkelanjutan, tumbuh 11,7% di 2025"