Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arus balik Lebaran, masih ada 281.838 pemudik yang belum lewat Pantura Cirebon menuju Jakarta

Arus balik Lebaran, masih ada 281.838 pemudik yang belum lewat Pantura Cirebon menuju Jakarta
Ringkasan Berita:
  • Hingga H+6 Lebaran 2026, arus balik di Jalur Pantura Cirebon masih tinggi dengan sekitar 281.838 pemudik belum kembali ke Jakarta.
  • Pada Jumat (27/3/2026) malam tercatat 68.003 kendaraan melintas, mayoritas sepeda motor sebanyak 51.531 unit.
  • Secara kumulatif, total kendaraan arus balik mencapai 405.735 unit, sementara arus mudik sebelumnya tercatat 687.573 unit, menunjukkan baru sekitar 60 persen pemudik yang kembali
  • Dishub Cirebon memprediksi lonjakan arus kendaraan akan terjadi pada akhir pekan

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

Sobat Berita, CIREBON- Arus balik Lebaran 2026 di Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Hingga H+6 Lebaran, masih ada sekitar 281.838 pemudik yang diperkirakan belum melintasi jalur ini untuk kembali ke Jakarta.

Suasana Pantura pun masih terlihat 'mendidih' oleh derasnya kendaraan yang melaju dari arah Jawa Tengah menuju ibu kota.

Hingga Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB, tercatat sebanyak 68.003 kendaraan melintas ke arah Jakarta, dengan dominasi sepeda motor mencapai 51.531 unit.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Yeye Mulyana.mengatakan, bahwa meski sebagian masyarakat telah kembali ke perantauan, arus kendaraan masih tergolong tinggi.

“Arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut masih cukup tinggi meskipun sebagian pemilir sudah kembali ke daerah asal,” ujar Yeye saat diwawancarai, Jumat (27/3/2026) malam.

Secara kumulatif, Dishub mencatat total kendaraan yang telah melintas di Jalur Pantura Cirebon selama periode arus balik tahun ini mencapai sekitar 405.735 unit.

Sementara pada arus mudik sebelumnya, jumlah kendaraan yang menuju arah Jawa Tengah mencapai 687.573 unit.

Dari perbandingan tersebut, terlihat bahwa arus balik belum sepenuhnya rampung.

Yeye menyebut, baru sekitar 60 persen pemudik yang telah kembali, sementara sisanya masih akan menyusul dalam beberapa hari ke depan.

“Kalau dilihat dari data yang ada, sekitar 60 persen sudah kembali. Artinya masih ada sekitar 40 persen yang kemungkinan akan kembali dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Ia pun memprediksi lonjakan arus kendaraan akan kembali terjadi mulai akhir pekan ini.

“Prediksi ke depan mungkin dari hari Sabtu besok ada peningkatan, kemudian Minggu hingga malam hari juga kemungkinan masih ramai,” jelas dia.

Meski volume kendaraan masih tinggi, kondisi lalu lintas di Jalur Pantura Kota Cirebon hingga saat ini terpantau relatif terkendali.

Pengaturan arus lalu lintas masih mengandalkan alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) tanpa adanya rekayasa tambahan.

“Sementara ini di Kota Cirebon tidak ada rekayasa lain karena semuanya masih terkendali dan cukup menggunakan APIL saja,” katanya.

Menariknya, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada arus mudik dan balik kali ini tidak diberlakukan penutupan jalan. 

Hal ini justru memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk tetap beraktivitas seperti biasa.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya ada penutupan jalan, tapi tahun ini tidak ada sehingga aktivitas masyarakat setempat tetap berjalan,” ujarnya.

Menurut Yeye, pola perjalanan masyarakat yang lebih tersebar juga turut membantu mengurai kepadatan.

Dengan tidak adanya penumpukan kendaraan dalam satu waktu tertentu, arus lalu lintas di Pantura Cirebon tetap bisa dikendalikan meski volume kendaraan masih tinggi.

Dengan masih besarnya jumlah pemudik yang belum kembali, Pantura Cirebon diperkirakan akan tetap ramai hingga beberapa hari ke depan, terutama saat puncak arus balik akhir pekan.

Posting Komentar untuk "Arus balik Lebaran, masih ada 281.838 pemudik yang belum lewat Pantura Cirebon menuju Jakarta"